Ilmu momunikasi berdiri sejak tahun 1985 bersamaan dengan prodi ilmu komunikasi. pada tahun 1986 ilmu komunikasi mendapatkan status terdaftar. pada tahun 1993 prodi ilmu komunikasi meperoleh status terdaftar.prodi ilmu komunikasi terus melalukan pencapaian yang cukup pesat pada tahun 1995 prodi ini memperoleh status disamakan.pada tahun 2007 prodi ilmu komunikasi berhasil mendapatkan akreditasi A. Pada tahun 2013 Prodi Ilmu Komunikasi berhasil MEMPERTAHANKAN akreditasi A berdasar Surat dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) 106/SK/BAN-PT/Ak-XV/S/IV/2013. Hal ini melengkapi capaian akreditasi institusi yang juga bernilai A. Pretasi lain, Prodi ini juga mendapatkan predikat Prodi terbaik tingkat universitas. Prodi Ilmu Komunikasi UMM menjadi salah satu Prodi di lingkungan UMM yang diandalkan. Hal ini terlihat dari animo mahasiswa baru yang terus meningkat setiap tahun. Tidak itu saja, materi kurikulum yang terus disesuaikan dengan perkembangan zaman, tetapi juga mempunyai ciri khas yang tidak dipunyai Prodi Ilmu Komunikasi di Indonesia. dalam aktualisasinya Prodi ini mengusung gerakan Literasi Media (Media Literacy). Setiap proses belajar mengajar dan kegiatan akademis berada dalam payung Literasi Media itu. Gairah sivitas akademika juga sangat terlihat.Di tingkat mahasiswa, Prodi ini memiliki kelompok peminat kajian. Misalnya ada PR Club dan Eskalator (peminat kajian Public Relations), Journalistic Club (peminat kajian jurnalistik), AV Club (peminat kajian Audio Visual), Kociris (peminat kajian Riset Komunikasi), disamping ada Himpunan Mahasiswa Komunikasi (HIMAKOM) dan Jurnalistik Fotografi Club (Jufoc). Sementara itu, di tingkat dosen, ada banyak tulisan yang tersebar di media cetak dan online serta buku-buku komunikasi dihasilkan. Semua ini akan menambah kekuatan Prodi dalam mengantarkan mahasiswa di di lapangan kerja nanti. Kajian keislaman dan muatan mata kuliah bermuatan Islam juga menjadi kekuatan yang penting.
Jurusan ini memiliki tiga peminatan, yaitu Public Relations, Jurnalisme, serta Komunikasi Audio Visual. Secara periodik reformasi kurikulum dilakukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan ilmu dan dunia profesional di bidang komunikasi. Proses belajar mengajar menggunakan peralatan multimedia dengan penekanan pada kompetensi konseptual, manajerial dan teknikal.
Jurusan ini memiliki tiga peminatan, yaitu Public Relations, Jurnalisme, serta Komunikasi Audio Visual. Secara periodik reformasi kurikulum dilakukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan ilmu dan dunia profesional di bidang komunikasi. Proses belajar mengajar menggunakan peralatan multimedia dengan penekanan pada kompetensi konseptual, manajerial dan teknikal.
Guna
meningkatkan skill dan mewadahi bakat mahasiswa, Jurusan Komunikasi menyediakan
fasilitas laboratorium yang lengkap dan representatif, meliputi lab ruang
produksi, siaran TV, studio recording, mini teather, ruang simulasi PR, stasiun
radio, studio fotografi, komputer multimedia dan desain grafis.
Sedangkan untuk meningkatkan standing academic mahasiswa,
terdapat beberapa kegiatan komplementer, seperti seminar, kuliah tamu, studi
banding, dan melibatkan mahasiswa dalam penelitian dosen. Kegiatan mahasiswa
sangat dinamis dalam upaya pengembangan minat dan bakat seperti: JUFOC
(Jurnalistic Fotography Club), HIMAKOM (Himpunan Mahasiswa Komunikasi), dan
Kine Club (Kelompok Pecinta Sinematografi), PR Club, Journalistic Club, adalah
contoh beberapa wadah aktivitas mahasiswa yang sudah memiliki reputasi nasional
dan internasional. Kegiatan kemahasiswaan yang mengarah pada keterampilan
profesi komunikasi sering meraih prestasi, di antaranya juara debat PR,
kompetisi film dokumenter “Eagle Awards Metro TV”, penulisan buku jurnalistik
dan studi media, dll. Alumni jurusan ini banyak terserap di institusi media
massa stasiun TV, radio, konsultan PR, dan institusi pemerintah dan
swasta lainya.
Visi :
Menjadi jurusan yang unggul dan berdaya saing dalam
pengembangan keilmuan dan keterampilan dibidang
komunikasi, berdasarkan nilai-nilai Islam.
Misi :
1. Menyelenggarakan
pendidikan untuk pengembangan pola pikir, wawasan dan ketrampilan mahasiswa
dibidang ilmu komunikasi yang beroreantasi pada gerakan media literacy.
2. Memajukan
aktifitas penelitian dikalangan dosen dan mahasiswa mengenai permasalahan
masyarakat yang berdimensi komunikasi.
3. Melaksanakan
pengabdian di bidang komunikasi yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
4. Mengintensifkan
aktifitas pelatihan di bidang public relations, komunikasi audio
visual, serta jurnalistik.
5. Menyelenggarakan
kerja sama dengan berbagai pihak dalam kerangka perkembangan ilmu pengetahuan
dan penerapan teknologi komunikasi secara kelembagaan
Tujuan :
1. Menghasilkan
lulusan yang memiliki kompetensi public relation, komunikasi audio visual,
serta jurnalistik dan studi media.
2. Menghasilkan lulusan
yang memiliki akses pada berbagai pihak yang relevan untuk meningkatkan kinerja
lembaga dan jalinan kerja sama.
3. Menghasilkan
karya penelitian berdimensi komunikasi yang berdaya guna bagi masyarakat
akademik dan umum
4. Menghasilkan
lulusan yang berkomitmen pada pemberdayaan masyarakat berbasis media
literacy.

0 komentar:
Posting Komentar